Seminar Nasional Pengelolaan Sumber Daya Energi yang berkelanjutan untuk ketahanan nasional

Seminar Nasional
Pengelolaan Sumber Daya Energi yang berkelanjutan untuk ketahanan nasional

dengan panelis  Prof Purnomo Yusgiantoro, Prof Rinaldi Ramli dan lainnya.

yang diadakan oleh fakultas ekonomi uin jakarta

yang didakan pada tanggal 26 Maret 2018

dan dihadiri oleh dosen dan mahasiswa teknik pertambangan.

dari hasil seminar kemarin adalah:

Ketahanan energi nasional mengandung unsur ketersediaan (availability), aksesibilitas (accessibility), daya beli (affordibility), bisa menerima (acceptability), dan keberlanjutan (sustainability), atau dinyatakan sebagai 4A+S. Pengelolaan Energi Baru Terbarukan saat ini, belum sepenuhnya memenuhi unsur tersebut.

Apabila dilihat dari availability, potensi yang dimiliki Indonesia cukup besar sehingga dimungkinkan untuk menjamin sustainability. Hal ini menunjukan, dua unsur ini telah terpenuhi dalam pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia. Dilihat dari accesibility, masih perlu adanya pengembangan infrastruktur, sejalan dengan pengembangan energi baru terbarukan. Kemudian jika dilihat dari unsur affordibility, saat ini tantangan utama pengembangan energi baru terbarukan adalah harganya yang masih relatif tinggi.

Pada umumnya energi baru terbarukan dapat diterima publik, kecuali energi baru terbarukan tertentu yang memerlukan sosialisasi. Contohnya adalah nuklir, yang tidak semua negara mau menerima penggunaan energi ini. Di Indonesia, keputusan PLTN masih menunggu keputusan Presiden yang dituangkan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Nuklir untuk tujuan pengembangan PLTN dipertimbangkan sebagai pilihan terakhir dengan mempertimbangkan standar keselamatan kerja dan dampak bahaya radiasinya. Melalui beberapa pertimbangan mengapa Indonesia menempatkan PLTN sebagai pilihan terakhir. Selain biaya investasi dan biaya penyediaan listrik PLTN yang mahal, juga adanya resiko kecelakaan yang fatal dan dapat menyebabkan kerugian ekonomi.

Untuk waktu kedepannya akan diprioritaskan sumber energi terbarukan dari yang paling ekonomis dan besar sehingga dapat menjaga agar biaya atau harga rata-rata energi masih ekonomis. Sekarang telah dilakukan teknologi kombinasi energi atau disebut juga dengan hybrid technology yang sudah dikembangkan di Indonesia untuk mendukung peralihan penggunaan energy fosil menjadi energi terbarukan, dilakukan juga peningkatan kualitas bahan bakar bio solar yang awalnya memiliki kandungan bahan bakar organic 30% menjadi 40%. Sehingga pada waktu kedepan penggunaan energi terbarukan akan terealisasi di Indonesia.

Beberapa Foto Dokumentasi:

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *